Beribu Warga Bangladesh Dem0nstrasi di Kem. Luar di Dhaka Nak Pulang Ke Malaysia


Hampir 300.000 warga Bangladesh sudah kembali ke tempat kerja mereka di luar negeri hingga pertengahan Oktober sejak pandemi Covid-19 mulai merebak.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Bangladesh AHM Mustafa Kamal dalam rapat diskusi virtual yang digelar pada Rabu (21/10/2020) sebagai bagian dari rapat tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Dia mengatakan jumlah warga Bangladesh yang kembali ke tempat kerja selama periode tersebut 26 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, membantu arus masuk pengiriman uang, sumber pertukaran asing terbesar kedua dalam perekonomian Bangladesh, terbebas dari dampak sejauh ini.

Sang menteri menuturkan bahwa 195.698 warga Bangladesh pulang dari luar negeri, sementara 284.000 lainnya kembali ke tempat kerja mereka di luar negeri per 15 Oktober.

Baca juga: Viral Tarian Pemuda Disebut Keturunan Bangladesh di Depan Menara Kembar, Tiba-tiba Minta Orang Rekam

Sementara itu, dia mengatakan bahwa pemerintah sudah merancang sejumlah program perlindungan sosial, termasuk bantuan makanan senilai 1,3 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp 14.658) bagi mereka yang pulang saat masa liburan Covid-19 pada April dan Mei lalu.

Menurut sang menteri, hal ini menyebabkan momentum pertumbuhan dalam hal pengiriman uang masuk dari warga Bangladesh nonpenduduk tetap stabil.

Warga Bangladesh yang tinggal di luar negeri selama tiga bulan pertama dalam tahun fiskal 2020-2021 ini (Juli 2020-Juni 2021) mengirim uang senilai 6,71 miliar dolar AS ke negara asal mereka, 48,54 persen lebih tinggi dibanding setahun sebelumnya.

Menurut menteri keuangan itu, Bangladesh mencatat rekor pengiriman uang tertinggi sepanjang masa, yaitu 18,20 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2019-2020 lalu.